Jumat, 30 Desember 2011

untuk mu ayah

Malam ini, aku benar2 rindu dengan ayahku ku. Tak ada kata yang cukup mewakili, betapa aku sangat menyayangi nya. Dia selalu menjadi motivator ku, pahlawanku, semangat hidupku, nafas keluarga ku, dan cinta terakir ibuku.

ayahku ku hebat. Dia udah berenti kerja,mengundurkan diri dari tempatnya kerja dulu, semasa aku SD. Tetapi dapat menyelesaikan sekolah ku sampai aku SMA, dan sekarang ayah berhasil membiayaiku kuliah.

banyak masa masa perjuangan kami bersama yang akan selalu ku kenang sampai kapan pun, yang bakal menghiasi buku biografi ku kelak, ketika ku sudah berhasil mewujudkan impian ku.

ayahku ku adalah, lelaki yang sangat aku cintai dan lelaki yang paling berjasa dalam hidupku. Dia tau kesukaan ku, semuanya, film, lagu, makanan, hobi. Tak ada yang secare dia. Dan dia yang paling mengerti aku.

aku sayang dia. ya Allah, Izinkan aku untuk selalu membahagia kan nya. Aku ingin, selalu melihat senyum di wajahnya. Dan aku ingin selalu mendengar nasehat dan ocehannya.

dia lelaki hebat. Dia yang mengajariku menyukai politik, dia membuat aku menyukai ikan, dan yang paling mendukung ku ketika aku di terima di fakultas perikanan, katanya sesuai dengan kesukaan ku, dan kelak ketika aku udah sukses di jurusan ku, aku bisa makan ikan sepuasnya, begitu katanya. Dia yang pertama memuji masakan ku, dia yang menganugerahkan doa terindah untuk ku, yang terselip di namaku.

aku pernah melihat dia tertunduk lemas ketika aku, tiba2 sakit mendadak dan berteriak kesakitan, aku pernah melihat dia tak tidur semalaman untuk memikirkan bagaimana mencari uang 5juta untuk dana masuk kuliah ku, dan aku pernah di diamkan nya karena aku terlalu bandel tak pulang kerumah dan nginap di rumah teman tanpa izinnya.

tak ada alasan mengapa aku harus mengecewakan nya.tak kan ada. Dia yang selalu mendukung pilihan ku, meridhoi tiap impian ku. Dan dia yang menjaga ku sedari kecil.

mungkin ketika aku kecil, yang paling bapak khawatirkan mungkin kenakalan ku yang bisa membuat aku terluka atau aku di culik orang, tapi ketika aku besar dan tumbuh jadi seorang gadis, kekhawatiran ayah pasti bertambah.hingga ia tak pernah mengizinkan ku untuk punya hubungan yang spesial dengan seorang cowok atau mengajak cowok kerumah. Dia menjagaku, seolah aku masi gadis kecilnya.

ya Allah, aku sangat mencintai ayahku. Aku sangat bersyukur kepada-Mu yang telah menghadiahkan orangtua seperti dia. Dia lelaki terhebat di mataku, pahlawanku, dan cinta terakir ibuku.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar